Setiap bulannya, kurang lebih ada 350 berita ekonomi (Economic News)
dan statement (Speech) penting dari Pemerintah United Kingdom
(Inggris), United State/US (Amerika), Canada, Australia, New Zealand,
Zona Eropa, Japan (Jepang) dan Germany (Jerman).
Dalam suatu
kondisi TERTENTU, kurang lebih ada 54 berita ekonomi dan statement dari
negara-negara tersebut yang dapat menggerakkan pairs(pasangan mata
uang) dari 30 pips hingga 120 pips dalam waktu 1 jam setelah berita
atau statement itu di release. Seorang News Trader mengamati
masing-masing berita atau statement tersebut tiap bulannya.
Setidaknya dalam satu bulan, kurang lebih ada 20-25 berita atau
statement yang memungkinkan bagi News Trader untuk melakukan sebuah
atau beberapa trade selama 1 jam setelah News direlease.
Sebuah News yang memenuhi syarat trigger/filter tertentu dari seorang
News Trader dapat menghasilkan 10-50 pips dari trade yang dilakukan.
.:: Jadi, apa sebenarnya News Trading itu ?
Satu hal yang pasti, yaitu bahwa hanya ada satu hal yang dapat
mempengaruhi pasar mata uang, yaitu Supply and Demand (Permintaan dan
Penawaran).
Ketika sebuah institusi yang memiliki Poundsterling dalam JUMLAH BESAR
hendak menukarkannya ke Dollar Amerika, maka mereka harus menjual
Poundsterling dan membeli Dollar yang pada akhirnya menciptakan
Permintaan/Demand yang lebih besar bagi Dollar sehingga pairs GBP/USD
menurun dan sebaliknya.
Ada institusi yang melakukan spekulasi perdagangan mata uang dengan
tujuan mencari profit dan ada juga institusi yang melakukan perdagangan
mata uang dengan tujuan yang bukan spekulasi.
Nah,tujuan kita sebagai forex trader adalah mengikuti arus uang dari
institusi yang melakukan spekulasi tersebut yaitu karena hanya arus
uang dari institusi tersebutlah yang dapat dengan mudah diprediksi.
Kenaikan nilai mata uang biasanya mengikuti suku bunga (interest rate)
yang lebih tinggi. Jadi bila sebuah negara menaikkan suku bunga nya
maka nilai mata uang negara tersebut akan naik dibanding nilai mata
uang lain. Namun perlu diingat, bahwa ketika kita berhadapan dengan
hal-hal yang berhubungan dengan spekulasi, maka siapapun yang dapat
lebih cepat mengenali kesempatan spekulasi tersebut maka dialah yang
akan dapat meraih keuntungan lebih banyak. Sehingga, ketika sebuah
negara mengumumkan sebuah kenaikan suku bunga dan hal ini sudah di
prediksi sebelumnya oleh khalayak, maka nilai mata uang negara tersebut
tidak akan terpengaruh dan tidak ada kesempatan bagi kita untuk
melakukan trading karena harga nya sudah ter set sebelum pengumuman
dilakukan. NAMUN apa jadinya bila hasil pengumuman nilai suku bunga
tersebut ternyata jauh daripada nilai yang diperkirakan oleh khalayak?
Yang pasti, nilai mata uang negara tersebut akan sangat terpengaruh dan
memungkinkan bagi trader yang memiliki akses tercepat ke informasi
mengenai nilai suku bunga mata uang tersebut untuk meraih keuntungan
yang lebih besar melebihi trader yang memiliki akses lebih lambat ke
informasi tersebut.
Lalu apakah hanya berita mengenai Interest Rate saja yang dapat kita
perhatikan? Bukankah, seperti sebelumnya disebutkan, bahwa banyak
berita ekonomi yang muncul tiap bulannya?
Memang benar ada banyak berita ekonomi yang direlease tiap bulannya,
namun ujung-ujungnya tetap saja nantinya ada hubungannya dengan
interest rate.
Gampangnya sebagai berikut. Ketika ekonomi sebuah negara berkembang
dengan sangat baik, dimana penduduknya memiliki pendapatan tinggi dan
memiliki tingkat belanja yang tinggi dan juga bahwa pada kenyataannya
bahwa sebuah negara memiliki kemampuan yang TAK TERBATAS untuk mencetak
uang demi memenuhi penghasilan penduduknya yang terus meningkat, maka
ketika uang yang dicetak terlalu berlebihan, sedangkan resource (tanah,
minyak, emas dll) dari sebuah negara PASTILAH terbatas, maka akan
terjadi penurunan nilai mata uang atau disebut INFLASI.
INFLASI sangat buruk bagi sebuah negara. Karena ketika inflasi terjadi
maka orang-orang tidak percaya lagi dengan mata uang negara tersebut
yang mana dapat menyebabkan kekacauan dan depresi.
Sehingga ketika sebuah negara bermaksud memerangi inflasi maka negara
tersebut akan menaikkan interest rate (suku bunga) dengan harapan
siapapun yang bermaksud untuk meminjam uang, untuk melakukan usaha atau
bisnis, akan pikir2 dulu karena akan dikenai bunga tinggi. Ketika
tingkat suku bunga tinggi maka hanya sebagian orang yang mampu
memperdagangkan barang-barang, jasa, rumah dll. Juga pendapatan
perusahaan-perusahaan akan menurun karena orang-orang tidak lagi mampu
dengan mudahnya berbelanja. Perusahan-perusahaan mulai memecati
pegawainya untuk mengurangi pengeluaran perusahaan sehingga
pengangguran meningkat yang pada akhirnya akan meredam pertumbuhan
ekonomi hingga pada titik tertentu dan ketika pemerintah sudah merasa
bahwa perkembangan ekonomi sudah cukup teredam maka kemudian pemerintah
akan menurunkan interest rate untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi lagi.
Demikian siklus tersebut terus dijaga oleh pemerintahan sebuah negara.
Jadi yang perlu diingat adalah nilai mata uang sebuah negara akan
meningkat ketika interest rate naik, sehingga inflasi yang tinggi
biasanya sangat menguntungkan bagi Forex Trader, karena inflasi tinggi
biasanya selalu diikuti oleh naiknya interest rate berkelanjutan.
Baik, sekarang coba kita lihat sebuah indikator inflasi yaitu Consumer
Price Index (CPI) yang mana indicator ini mengukur seberapa besar
konsumen mampu membayar untuk sebuah paket barang dan jasa yang telah
ditentukan. Jika CPI tinggi atau meningkat artinya inflasi juga tinggi
dan negara memiliki alasan untuk menaikkan interest rate. BIla interest
rate naik maka mata uang akan menguat sehingga kita sebagai trader
melakukan BUY mata uang negara tersebut.
Lalu kita coba lihat indikator ekonomi lainnya yaitu GDP, jika nilainya
kecil artinya produksi dari sebuah negara sedang kecil dan ekonomi
negara sedang menurun. Biasanya kemudian negara akan melakukan langkah
ke depan yaitu mulai menurunkan interest rate agar perekonomian
berkembang, dan bila sebuah negara menurunkan interest rate maka akan
buruk bagi mata uang negara tersebut, jadi kita SELL mata uang negara
tersebut berdasarkan nilai GDP yang direlease.
Dengan melihat dua contoh indikator ekonomi diatas, yang mana sangat
berhubungan dengan nilai mata uang, sudah pasti detik-detik pengumuman
nilainya sangat ditunggu-tunggu oleh para News Trader dengan harapan
dapat memperoleh keuntungan dengan melakukan trading.
.:: Lalu ketika sebuah angka mengenai indikator ekonomi muncul atau
direlease, sebetulnya angka seperti apa yang dianggap baik dan angka
seperti apa yang dianggap buruk bagi sebuah mata uang?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka kita perlu mempertimbangkan beberapa faktor yang penting yaitu :
1. Ekspektasi / harapan para ekonomis.
2. Angka-angka yang muncul sebelumnya untuk indikator yang sama.
Sebagai contoh bila selama 5 kali release terakhir angka CPI terus
meningkat dan kemudian saat ini mengalami penurunan, maka hal tersebut
akan sangat berpengaruh bagi mata uang.
3. Kondisi dan situasi terkini dari negara-negara yang berhubungan dengan sebuah pair.
INGAT bahwa sebuah pair selalu berhubungan dengan setidaknya 2 negara,
misalnya untuk pair GBP/USD maka kita perlu memperhatikan kondisi dan
situasi dari negara Inggris/United Kingdom dan Amerika/United State.
Ketika ekonomi US sedang booming dan ekonomi UK lagi down yang hasilnya
pair GBP/USD sedang menurun tajam (bearish trend), sebuah report
positif mengenai ekonomi UK tidak akan memiliki pengaruh sebesar bila
saat ekonomi US memburuk.
4. Posisi harga terkini dari pair. Apakah masih ada ruang untuk
arah naik maupun arah turun bagi pair tersebut? Apakah nilai saat itu
adalah merupakan angka tertinggi/terendah dari 1-3 tahun terkahir?
Apakah saat ini dollar atau poundsterling harganya terlalu tinggi atau
rendah saat ini?
Jadi, ketika sebuah angka di release dan biasanya bisa menggerakkan
pair hingga 70 pips, tapi ternyata pada saat tersebut harga terletak 25
pips saja dari high/low, pergerakannya akan sangatlah berbeda. Akan ada
point dimana sebuah mata uang dihargai terlalu tinggi sehingga
seberapapun baik/buruk sebuah report indikator ekonomi tak seorangpun
akan membeli mata uang tersebut untuk harga yang terlalu tinggi.
Jadi sebelum melakukan sebuah news trading, seorang news trader
merangkum semua hal diatas untuk menciptakan sebuah trading plan.
Berikut adalah contoh sebuah trading plan :
MIsalnya : US Unemployment report diharapkan muncul dengan nilai
100K, maka dengan menyatukan semua informasi mengenai situasi dan
kondisi ekonomi US dan dengan menilik nilai Unemployment rate yang
muncul di beberapa bulan yang lalu maka kita tetapkan trading plan
sebagai berikut :
BILA nilai yang muncul adalah 120K maka akan kita akan ambil posisi BUY
GBP/USD karena kenaikan Unemployment akan memperlemah USD.
dan
BILA nilai yang muncul adalah 80K maka akan kita akan ambil posisi SELL
GBP/USD karena penurunan Unemployment akan memperkuat USD.
dan
BILA nilai yang muncul ada diantara 80K-120K maka kita tidak akan ambil posisi apapun.
OK, setelah kita menentukan trigger-trigger dari trading plan kita, maka tantangan kita selanjutnya adalah BAGAIMANA MENDAPATKAN INFORMASI mengenai nilai aktual dari sebuah report LEBIH CEPAT dari trader lain sehingga sebelum lonjakan harga (spike) terjadi kita telah MASUK TERLEBIH DAHULU pada sebuah posisi trading.
Untuk itu perlu bagi kita untuk mengetahui bagaimana mekanisme dari penyebaran informasi mengenai report yang direlease.
Angka-angka yang hendak direlease oleh pemerintahan sebuah negara pertama-tama akan diberikan ke perusahaan Berita (News Company / Feeder).
Kemudian pada waktu yang telah ditentukan, News Company tersebut di
perbolehkan untuk merelease angka angka tersebut ke seluruh dunia. Dan
kemudian yang terjadi adalah semua trader di seluruh dunia
berlomba-lomba untuk memperolehnya terlebih dahulu. Ada banyak pilihan
untuk dapat memperoleh angka-angka tersebut. Anda bisa memperolehnya
dikemudian harinya di surat kabar ekonomi. Atau anda juga bisa
memperolehnya dari broker anda beberapa detik atau menit setelah news
direlease. Bisa juga anda berlangganan Bloomberg TV Channel dan
mendapatkan angka-angka yang direlease beberapa detik setelah angka
direlease.
Lalu mungkin anda sekarang bertanya-tanya. Jadi sebenarnya siapa
penyedia layanan berita (News Feeder) tercepat yang mampu menghadirkan
angka-angka tersebut langsung di monitor komputer kita?
Berikut adalah daftar News Feeder terbaik saat ini:
Bloomberg.com
Ini adalah Kombinasi Ferrari plus Roll Royce nya para Real NEWS Trader, kecepatannya bisa 1-2 detik setelah NEWS di Release.
Biaya bulanan untuk memakai service VOice dan text mereka minimal adalah $1750 (17jt an / bulan WOWW!! ).
Dan mereka cover NEWS dari seluruh belahan dunia. Dan layaknya Radio,
mereka broadcast analisa dari para ekonom dan banyak talkshow yang di
siarkan.
Reuters.com
Kalo ini Mercedes nya NEWS Trader, speed 1-3 detik setelah NEWS
RELEASED. Biaya : $750-$1750/month untuk service Voice dan text.
Harganya tergantung dari lokasi negara dan option yang diambil.
Sama dengan Bloomberg, mereka cover semua NEWS dunia dan juga ada Radio nya.
TradeTheNews.com (TTN)
Naahh..kalo ini versi murahnya News Feeder, 1-2 detik lebih lambat dari
2 service diatas, TAPI murah banget brooww cuman $180/bulan untuk Voice
dan text servicenya. Kalo hanya pakai text service saja, kita cuman
bayar $40 per bulan.
Murah sekali khan. Emang sih text service mereka lebih lambat 3-4 detik
dibanding voice mereka. Tapi buat anda yang baru mau coba-coba jadi
news trader, service mereka ok banget untuk harga semurah itu.
Dijamin kalo anda bisa memperoleh keuntungan dengan menggunakan service
mereka, bakal lebih untung lagi kalo anda pake reuters atau Bloomberg.
Jadi TTN ok banget untuk coba-coba. Saya sendiri pertama awalnya
memakai service voice mereka, tapi karena kita ada di Belahan dunia
yang lain dari
mereka, kadang kalo Internet kita ngga kenceng, voicenya kurang
kedengeran. Jadi akhirnya sekarang ini saya putuskan hanya menggunakan
text service mereka. Meski demikian saya masih tetap bisa memperoleh
keuntungan lumayan :D
Nanti kalo modal dah banyak saya pindah ke Reuters dulu kali yaah hehehe
BTW, TTN offer 7 days free trial lho, kenapa ga coba aja dulu.
Ini adalah contoh tampilan dari software TradeTheNews :

NewsStrike.com
Mau yang gratisan ? Silakan pake NewsStrike.com. Mereka HANYA memiliki
Voice service dan HANYA NEWS USA SAJA. Speednya kurang lebih sama
dengan TTN. Bisa buat coba-coba untuk Trade News di US session. Kita
tinggal download dan install software mereka ke PC kita.
LiteForex.Org
Nah ini nih yang paling OK. Udah GRATIS dah gitu sekaligus bisa
trading didalem platform nya karena terintegrasi di Platform Forex
paling powerfull saat ini yaitu Metatrader4. Kelebihan-kelebihan
platform ini bisa dilihat di halaman depan website saya ini. Klik
banner di bawah ini untuk open account :

Lalu mungkin kemudian anda memiliki pertanyaan lagi :
.:: Apakah kita benar-benar perlu memperoleh angka-angka tersebut sedemikian cepatnya ?
Bukankan pasar dapat menunggu ? Sekarang mari kita coba lihat efek
dari direlease nya sebuah angka indikator ekonomi yang bernama GDP di
chart 1 menitan (M1) berikut :
Pada 27 Oktober 2006 pukul 8.30AM New York Time / 7.30 Malam WIB akan di release sebuah berita di USA yaitu "Nilai Q3 GDP"
Nilai Q3 GDP Terdahulu (Previous) adalah : 2.6%
Nilai Q3 GDP yang diharapkan (FORECAST / EXPECTED) oleh para ekonom pada saat News hendak keluar adalah : 2.0% - 2.3%
Dan ternyata nilai akhir (ACTUAL) Q3 GDP yang muncul pada NEWS tersebut adalah 1.6%
Dan lihat reaksi pasar pada Chart 1 menitan (M1) berikut :
Platform yang saya gunakan adalah MetaTrader4 dari broker Real Trader dengan GMT+1

Bisa kita lihat efek dari US NEWS yang membuat USD MELEMAH terhadap GBP.
Hanya dalam 1 menit setelah NEWS EVENT harga bergerak 25 pips, menit
ke-2 harga bergerak lebih jauh 10 pips dan menit ke-3 harga bergerak 15
pips lebih jauh lagi dst.
Total pergerakan setelah sempat Retracing pada menit 7-24 akhirnya mencapai pergerakan hingga 90 pips.
Dari informasi yang kita dapat di chart diatas, dapat kita simpulkan bahwa pasar bereaksi sangat cepat terhadap News release. HANYA DALAM 1 DETIK!! Sekali lagi saya katakan bahwa hanya dalam 1 detik maka spike akan terjadi setelah news direlease.
Jadi NEWS Feeder yang cepat adalah kebutuhan mutlak bagi News Trader.
Ok, setelah kita berlangganan News Feeder tercepat dan memiliki trigger
yang akurat bagi trading plan kita, apakah kita pasti akan sukses
melakukan News Trading?
Masih ada satu hal lagi yang perlu kita pertimbangkan yaitu : BROKER yang kita gunakan.
Di pasar manapun, termasuk pasar mata uang, supply and demand pastilah berjalan seimbang.
Posisi SELL yang kita lakukan hanya dapat terjadi jika ada BUY disisi
yang lain. Begitu juga dengan posisi BUY yang kita lakukan maka di sisi
yang lain pasti ada trader lain yang melakukan posisi SELL.
Lalu apa terjadi saat sebuah angka indikator ekonomi penting di
release? Kita anggap saja misalnya pada sebuah release news didapati
angka CPI meningkat tajam dan akibatnya hanya dalam 1 detik permintaan
akan Dollar meningkat tajam dimana rasio BUY:SELL bisa terjadi
kesenjangan hingga 80%:20%.
Dan adalah tugas dari bankir untuk memastikan rasio buy sell 50%:50%
tercapai di pasar, salah satu caranya adalah dengan cara menaikkan
harga Dollar sedemikian tinggi sehingga kurang menarik lagi bagi Trader
untuk melakukan Buy dan menarik trader lain agar melakukan sell pada
saat angka direlease.
Nah, berbeda dengan bankir, seorang broker bertugas meneruskan order kita ke bank dan memastikan bahwa order kita diproses.
Broker biasanya mengambil keuntungan dari spread buy-sell (selisih jual
beli) mata uang dan juga komisi setiap order yang kita lakukan. Nah,
namanya juga broker alias bandar, sama halnya dengan bandar togel
pinggiran jalan, ada order yang langsung di teruskan ke bandar gede,
dalam hal ini adalah bank, tapi ada juga order yang ditalangin sendiri
alias order tidak diteruskan langsung ke bank tapi dipegang sendiri
dengan harapan trader nya loss sehingga broker akan memperoleh
keuntungan langsung. Namun tidak semua broker berterus terang mengenai
hal itu. Biasanya broker yang melakukan hal tersebut adalah broker yang
menawarkan fixed spread(spread yang tidak pernah berubah), tapi hal
tersebut tidak dapat menjadi patokan. Baiklah agar tidak terlalu luas
bahasannya kita kembali ke topik mengapa broker akan sangat
mempengaruhi trading style dari seorang News Trader.
Broker bukanlah orang bodoh, sama hal nya dengan perusahaan lain,
broker berorientasi pada keuntungan. Dan dia tahu bahwa News Trading
sangatlah menguntungkan bagi seorang Trader tapi akan sangat merugikan
bagi broker. Apalagi jika broker menawarkan fixed spread. Fixed spread
hanya akan baik bagi broker saat rasio buy sell pasar 50%:50%.
Sedangkan kita ketahui bahwa saat News direlease rasio buy sell nya
sudah tidak demikian lagi, dimana terjadi ketimpangan besar antara
supply and demand.
Jadi News Release Time adalah waktu yang dibenci oleh broker. Untuk itu
mereka perlu mengakalinya agar tetap untung yaitu dengan berperilaku
khusus saat News di release. Berikut adalah contoh perilaku khusus dari
beberapa broker saat news direlease :
Oanda.com - Order SELALU diproses tapi spread pasti selalu
naik antara 10-15 pips. Ini broker yang baik. Bila anda memiliki news
feeder sekelas Bloomberg atau Reuters yang memungkinkan anda masuk pada
posisi sebelum initial spike, maka broker ini sangat direkomendasi.
Mbtrading.com - Ini adalah satu-satunya broker yang
ber-reputasi selalu menyampaikan order ke bank(tidak nalangin). Yang
jadi masalah, meskipun order selalu terproses, namun karena proses
natural dari pasar saat merespon news release, maka begitu kita klik
BUY pada angka 1.9000 dan ternyata disisi dunia yang lain tidak ada
yang melikuidasi dengan melakukan sell, maka order kita baru akan
terposisi saat ada yang melikuidasi dan itu bisa saja tepat pada posisi
angka 1.9000 atau justru 1.9030 yang membuat kita merugi -30 pips pada
awal posisi dan kita tidak bisa melakukan apa-apa bila hal tersebut
terjadi. Kelebihan broker ini adalah spreadnya yang sangat rendah saat
pasar normal, bahkan bisa mencapai angka 0.
HotspotFX.com - Sama dengan Mbtrading, hanya saja bila tidak
ada yang melikuidasi order kita maka order akan langsung tidak diproses
dan didrop. Jadi anda akan masuk pada posisi yang tepat atau tidak sama
sekali.
Realtrade.lv - Broker ini saya gunakan. Spread nya fixed. Tapi
seringkali requote saat news direlease. Dan sepertinya platform mereka
tidak menunjukkan angka sebenarnya. Seringkali saat order diproses ada
slippage yang terjadi. Saya pribadi pernah mengalami slippage hingga 5
pips. Meski demikian saya sangat menyenangi platform mereka yang
menggunakan MetaTrader4.
Koneksi Internetnya sangat ringan dan juga memungkinkan kita menggunakan script-script untuk melakukan trading.
Marketiva.com - Broker ini juga saya gunakan. Saat News Release
maka Spread akan naik tajam, untuk pair GBP/USD pernah saya lihat
spread mencapai 10 pips. Ditambah server busy error message sehingga
order kebanyakan tidak terproses.
Jadi intinya, kenali perilaku Broker anda saat news Release. Anda perlu
mengantisipasinya karena hal ini akan sangat mempengaruhi trading style
anda dalam meraih keuntungan.
.:: Jadi, apakah Analisa Teknikal tidak diperlukan saat News Trading ?
ApabIla sebelumnya anda mengenal analisa teknikal, maka news trading anda akan semakin baik.
Mengetahui Pivot, Resistants dan Supports harian untuk merencanakan Trading Plan, sangat perlu dilakukan.
Mengetahui formasi-formasi Candlestick juga dapat membantu kita saat melakukan News Trading.
Dan lagi perlu diingat bahwa, komunitas Teknikal Trader sangatlah
besar. Seorang trader pemula pasti pada awalnya melakukan analisa
teknikal. Kenapa? Karena banyak trader pemula tersebut yang pada
awalnya tidak memiliki background ekonomi. Bisa jadi tadinya dia orang
IT, Hukum atau Psikolog yang kemudian mengenal dan tertarik melakukan
trading Forex setelah dikenalkan oleh rekan atau koleganya. Sudah pasti
mereka tidak tertarik untuk mempelajari Fundamental Forex yang diangan
mereka pasti dirasa ruwet.
Dan lagi technical trader tidak membutuhkan modal sebesar News Trader yang harus berlangganan News Service.
Bahkan kebanyakan trader kita yang bekerja di broker lokal terkenal
Indonesia, meskipun memiliki akses ke Routers gratis, masih aja tetep
pakai Teknikal untuk memberi advice ke client.
Karena itu, mengingat besarnya komunitas Teknikal Trader, sudah
pasti mereka juga memiliki andil besar di pasar. Bayangkan jika mereka
memiliki indikator yang sama :) Sudah pasti efeknya luar biasa ke
pasar.
Mungkin bagi anda chartist sejati kurang setuju dengan
tulisan saya ini. Saya tidak akan mencoba mendebat anda. Pada dasarnya
saya tidak bilang bahwa Teknikal lebih baik atau lebih buruk daripada
fundamental. Tapi bagi saya "Fundamental is a must and technical will make everything much better".
Pastikan anda melakukan cek Forex Calendar tiap harinya. Calendar favorite saya adalah www.ForexFactory.com
. Dan pastikan anda mengamati pasar setial kali News penting direlease.
Baru anda bisa meyakinkan diri anda bahwa News Trading adalah salah
satu sure way to success di Forex Trading.
Sukses selalu untuk anda !!
*Sebagian dari artikel ini diterjemahkan dari
www.ForexDiamonds.com atas sepengetahuan owner nya, Felix Homogratus
(Dmitri) yang juga merupakan owner dari SecretForexSociety.Com,
ForexBastards.com"
|